Apa yang akan Anda lakukan apabila anak Anda yang duduk di bangku
sebuah SLTP tidak berani berangkat ke sekolah karena takut di’palak’
oleh salah seorang teman di kelasnya? Datang ke sekolah dan melabrak
anak tersebutkah? Atau melapor ke guru Bimbingan dan Konselingkah?
Akhir-akhir
ini kita sering dibuat terperangah membaca berita mengenai penganiayaan
siswa yang dilakukan oleh teman-temannya di beberapa institusi
pendidikan dari tingkat Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi. Alasannya
bermacam-macam: ada yang tersinggung karena perkataan seseorang, ada
yang mau menunjukkan senioritas, ada yang karena sedang depresi atau
tertekan, maupun karena tradisi turun temurun. .
Masih segar di
ingatan kita, bagaimana negara kita geger membaca peristiwa meninggalnya
seorang mahasiswa sebuah institusi pendidikan setingkat Perguruan
Tinggi karena dianiaya oleh seniornya. Atau di sebuah SD di Jakarta
seorang siswa yang takut pergi ke sekolah karena takut dianiaya oleh
teman sekolahnya yang lebih muda usianya. Yang membuat geger di seluruh
dunia adalah penembakan brutal di sebuah universit












Tidak ada komentar:
Posting Komentar