Bukankah berkhayal itu hanya dilakukan oleh anak kecil? Bukankah
dongeng itu hanya untuk anak kecil? Bukankah permainan itu hanya
dimainkan oleh anak kecil? Tapi aku suka berkhayal, aku suka dengan
dongeng dan aku suka bermain. Anak kecil kah diriku? Bukan, aku bukan
anak kecil! Tapi aku akan terus membuat khayalan, khayalan indah untuk
anak-anak. Aku juga akan selalu mendongeng untuk anak anak dan bermain
sebuah permainan dengan anak-anak.
“Bisakah kau berhenti melakukan
aktivitasmu dengan anak-anak itu dan meluangkan seluruh waktumu hanya
untukku?” Ucapan itu seketika membuyarkan semua khayalanku. Ucapan
kekasihku yang begitu mengecewakan hatiku. Dia terlalu melarangku akan
setiap kegiatanku. Bukan, bukan karena dia tak menyukai anak-anak. Hanya
saja dia belum memahami mengenai anak-anak.
Kembali aku berkhayal
mengenai anak-anak itu. Tertawa, menari dan bernyanyi bersama. Di
sebuah taman yang indah dipenuhi bunga, balon dan kupu-kupu. Aku senang
melihat anak-anak itu bahagia.
“bu guru, ayo kita main!” Ajak seorang anak menghentikan khayalanku. “ayo! Kita ajak teman-teman kamu ya s
... baca selengkapnya di My Heart For The Children Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
... baca selengkapnya di My Heart For The Children Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1












Tidak ada komentar:
Posting Komentar